<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-19298281</id><updated>2011-09-28T22:52:59.990+07:00</updated><title type='text'>Kecil, Indah, Damai, Terlupakan</title><subtitle type='html'>Pulau Samalona terletak di lepas pantai dekat kota Makassar, Sulawesi Selatan. Mempunyai taman laut yang membentang dari pantainya sampai di batas laut bebas, sekitar satu kilometer.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mysamalona.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mysamalona.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Samalona</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16683769567620454876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/Su0zXXRzsuI/AAAAAAAAACI/q0V5yBJR4Ts/S220/PhotoBox+Pasar+Glodok-Senen.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19298281.post-73682711354282568</id><published>2009-10-11T02:07:00.003+07:00</published><updated>2009-10-11T04:48:30.998+07:00</updated><title type='text'>Sakit Gigi</title><content type='html'>Ada gigi saya yang berlubang. Beberapa kali teringat untuk menambalnya, dan beberapa kali terlupa juga. Mungkin dulu sudah pernah ditambal -- saya lupa. Sekarang lubang itu berteriak lagi, dan saya teringat lagi akan keperluan untuk menambalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya memahami bahwa teriakan lubang gigi saya adalah alarm peringatan bahwa saya sudah mencapai titik terendah kesehatan raga. Kalau belum sakit gigi berarti saya masih punya cadangan stamina, cadangan cakra. Tentunya ini bukan cara yang baik: menunggu alarm berbunyi baru bertindak menuruti Tatacara Menanggapi Keadaan Darurat. Menunggu sakit gigi baru menata kembali jadwal istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan seperti ini saya paling menghargai handai-taulan yang sekedar tersenyum mendengar penjelasan saya, alih-alih memberi nasihat dan usulan tentang gaya hidup yang sehat. Saya kira begitulah rasa terima kasih setiap orang sakit yang mendapatkan simpati; yang dibutuhkan adalah dukungan moral, bukan desakan-desakan yang menjatuhkan semangat yang sudah jatuh karena badan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Samalona saya juga pernah sakit gigi. Saya kurang tahu apakah saat itu sakit gigi saya sudah merupakan alarm atau belum; saya sendiri waktu itu belum memikirkan ke sana. Masa-masa itu saya sangat-sangat bugar -- di lain pihak, pekerjaan otot juga sangat-sangat menekan. Kalau dipikir sekarang, bisa jadi perlombaan antara kesehatan dan beban kerja sudah dimulai sejak pertama kali saya menjejakkan kaki di sana, dan sakit gigi saya adalah satu momen kemenangan tekanan kerja itu (mudah-mudahan satu-satunya momen kemenangannya. Coba saya ingat-ingat ...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan obat-obatan di Samalona menciptakan tantangan sendiri. Saya sudah lupa apakah saya sempat menelan obat. Obat-obatan tradisional juga tidak terpikirkan. Daun jarak tidak ada. Daun pohon bakau? Ah. Mungkin saya bisa berkumur air laut. Sudahlah, tidak ada gunanya berandai-andai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang masih kuat dalam ingatan adalah saya berbaring di lantai rumahpanggung-restorasi yang setengah terbuka (tempat para tamu makan pagi sambil menikmati pemandangan laut). Oh ya! Samar-samar saya ingat saya sempat makan obat. Hanya sakit gigi ini begitu bandel dan denyut di kepala tidak surut-surut mengikuti ombak pantai jelang tengahmalam. Saya memilih tidur di sana karena udaranya sejuk, tidak terlalu berangin, tapi ada cukup semilir yang mudah-mudahan membantu. Tetap saja saya harus melewati satu malam dalam demam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah bagaimana dan kapan saya kembali dengan gigi yang bungkam. Hanya sekali itu saja saya mengalaminya, tapi benak ini tidak mau melupakan. Mungkin ada manfaatnya, sekadar sebagai ingatan bahwa saya pernah mengalami yang lebih buruk dari sekarang. Hmm, sungguh, detik ini teriakan lubang gigiku surut jauh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19298281-73682711354282568?l=mysamalona.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mysamalona.blogspot.com/feeds/73682711354282568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19298281&amp;postID=73682711354282568' title='16 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/73682711354282568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/73682711354282568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mysamalona.blogspot.com/2009/10/sakit-gigi.html' title='Sakit Gigi'/><author><name>Samalona</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16683769567620454876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/Su0zXXRzsuI/AAAAAAAAACI/q0V5yBJR4Ts/S220/PhotoBox+Pasar+Glodok-Senen.jpg'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19298281.post-6445602746019118542</id><published>2009-06-23T22:59:00.008+07:00</published><updated>2009-07-09T00:53:53.003+07:00</updated><title type='text'>Nyawa di Samalona</title><content type='html'>Setelah perginya bapakku, saya berpikir lagi tentang Samalona. Hari-hari itu kematian terasa jauh. Hidup terasa masih muda. -- Yah, bukan diriku. Saat itu saja saya sudah sadar kalau diri sudah beranjak tua (padahal usia 23). Tapi dengan datang dan berlalunya anak-anak baru bakka' (= ABG), diriku yang bergeming di sini serasa segar di luar berkarat di dalam dihembus angin asin dari laut kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kematian itu dekat sekali. Terlepas dari keyakinan bahwa maut datang tanpa terduga, mari melihat resiko-resiko yang ada dan yang pernah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak dari Makassar dengan speedboat, kapasitas 4 orang, paling banyak 6. Namanya speedboat, hidungnya terus terangkat dalam kecepatan lebih dari 135kmj. Saya tidak tahu jenis speedboat dan rata-rata kecepatan, tapi dengan membandingkan desau angin kala naik sepeda motor, kira-kira sebegitu. Pertama kali naik saya mengira akan tersiksa oleh mabuk laut. Tidak. Ternyata yang berbahaya adalah terbiasa hidup dekat dengan resiko tanpa merasa perlu waspada. Tak seorangpun memakai jaket pelampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ratus meter sebelum dermaga arah dari Makassar di timur laut, di musim hujan speedboatpun harus berjuang melawan 3 arus yg bertabrakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berenang menemani bapak dan anak Wunsche sampai ke perbatasan warna biru bening dan biru gelap, sampai ke bawah menara pembatas laut lepas. Tanpa peralatan sama sekali (toh saya juga tidak tahu cara memakainya), tidak juga kaki katak. Tercenung memandang gelapnya dasar perairan Samalona yang tiba-tiba jatuh ke dalam jurang. Sedetik lama baru menyadari kenyataan di bawah permukaan ada arus kuat. Teringat cerita seorang nelayan bersama sampannya terbawa arus sampai Pare-Pare, 155km dari Makassar. Sedetik segera menarik dan menendang menjauh. Sedetik lebih lama, apa yang akan terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mendekati batas laut lepaspun ada bahaya mengancam di tepi garis pantai. Ular laut, belut laut, kaki keram, terjepit di antara koral-koral setengah-raksasa pada saat gelombang datang. Apakah saya tidak berlebihan? Hewan-hewan laut itu memang ada di Samalona, meskipun jenisnya saya tidak tahu; berbisa atau tidak, yang jelas tidak ingin saya mencari tahu dari dekat. Menjelang sore hari dari atas dermaga saya dapat melihat mereka berenang di daerah yang padat populasi koralnya, tempat yang memang jarang saya arungi bahkan di hari siang sekalipun. Mungkin secara bawah sadar terasa tidak nyaman berenang melintas di bawah dermaga. Lagipula terkadang ada yang memancing di dermaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi bahaya di dekat daratan. Di juluran pantai yang pasirnya menjorok ke laut bagian tenggara, pantainya akan berubah bentuk dan berubah arah sesuai dengan perubahan arus laut. Perlahan-lahan dalam hitungan mili per hari pantai itu bergeser lebih ke timur atau lebih ke selatan. Di daerah itu arus laut berputar karena terjebak bentuk lengkung pasir pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dijadikan satu begini jadi keliatan menyeramkan ya? Itulah salah satu alasan adanya pos marinir di dekat pangkal dermaga. Selain menjaga perairan dari perilaku yang merusak seperti pemboman ikan, para marinir juga membantu menjaga keselamatan pengunjung. Termasuk menjadi penjaga pantai. Saya berusaha membantu sebisa mungkin, setidaknya mencegah anak-anak kecil bermain terlalu jauh dari pantai atau dari orang tuanya. Atau memberitahu bahaya di pantai tenggara itu. O ya, saya belum menceritakan ya? Pada satu kunjungan darmawisata sekolah beberapa bulan sebelum saya bergabung di pulau, dua orang pelajar (kakak beradik) tenggelam di sana karena tidak sanggup melawan pusaran arus yang menarik mereka ke dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350555385077526962" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 243px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/SkD9xjaZcbI/AAAAAAAAABs/8Znp01fN9sk/s400/Pulau+Samalona.JPG" border="0" /&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Biarkanlah orang hanya melihat keindahan Samalona saja. Serahkan pada marinir dan kami untuk menguatirkan dan mengusahakan keselamatan mereka.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19298281-6445602746019118542?l=mysamalona.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mysamalona.blogspot.com/feeds/6445602746019118542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19298281&amp;postID=6445602746019118542' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/6445602746019118542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/6445602746019118542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mysamalona.blogspot.com/2009/06/nyawa-di-samalona.html' title='Nyawa di Samalona'/><author><name>Samalona</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16683769567620454876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/Su0zXXRzsuI/AAAAAAAAACI/q0V5yBJR4Ts/S220/PhotoBox+Pasar+Glodok-Senen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/SkD9xjaZcbI/AAAAAAAAABs/8Znp01fN9sk/s72-c/Pulau+Samalona.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19298281.post-6061883228358178637</id><published>2009-06-21T02:49:00.001+07:00</published><updated>2009-06-21T02:53:40.080+07:00</updated><title type='text'>The fat's in the fire, the water's in the tank</title><content type='html'>Entry baru segera menyusul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan datang lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19298281-6061883228358178637?l=mysamalona.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.bobdylanlyrics.net/coldiron.html' title='The fat&apos;s in the fire, the water&apos;s in the tank'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mysamalona.blogspot.com/feeds/6061883228358178637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19298281&amp;postID=6061883228358178637' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/6061883228358178637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/6061883228358178637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mysamalona.blogspot.com/2009/06/fats-in-fire-waters-in-tank.html' title='The fat&apos;s in the fire, the water&apos;s in the tank'/><author><name>Samalona</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16683769567620454876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/Su0zXXRzsuI/AAAAAAAAACI/q0V5yBJR4Ts/S220/PhotoBox+Pasar+Glodok-Senen.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19298281.post-5662765653461418561</id><published>2009-05-18T14:25:00.003+07:00</published><updated>2009-05-18T14:32:33.253+07:00</updated><title type='text'>Kapal Yang Telah Berlabuh -- Papa Tercinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/ShEO1BzWEnI/AAAAAAAAABc/6yBEsd3hBTE/s1600-h/1140296477_ec81fed242_s.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337063337590395506" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 75px; CURSOR: hand; HEIGHT: 75px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/ShEO1BzWEnI/AAAAAAAAABc/6yBEsd3hBTE/s400/1140296477_ec81fed242_s.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Ketika Papa masih sehat, masih bersama kami. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19298281-5662765653461418561?l=mysamalona.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mysamalona.blogspot.com/feeds/5662765653461418561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19298281&amp;postID=5662765653461418561' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/5662765653461418561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/5662765653461418561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mysamalona.blogspot.com/2009/05/kapal-yang-telah-berlabuh-papa-tercinta.html' title='Kapal Yang Telah Berlabuh -- Papa Tercinta'/><author><name>Samalona</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16683769567620454876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/Su0zXXRzsuI/AAAAAAAAACI/q0V5yBJR4Ts/S220/PhotoBox+Pasar+Glodok-Senen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/ShEO1BzWEnI/AAAAAAAAABc/6yBEsd3hBTE/s72-c/1140296477_ec81fed242_s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19298281.post-8572787608835335831</id><published>2009-04-22T02:25:00.004+07:00</published><updated>2009-04-22T02:52:26.031+07:00</updated><title type='text'>For The Good Times</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;Jangan pasang tampang sedih begitu;&lt;br /&gt;Aku tahu ini sudah berakhir.&lt;br /&gt;Tapi hidup berjalan terus,&lt;br /&gt;dan dunia tua ini masih terus berputar.&lt;br /&gt;Mari mensyukuri kita pernah punya saat-saat bersama;&lt;br /&gt;tak perlu melihat benang merah kita terbakar habis. &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sandarkan kepalamu&lt;br /&gt;di atas bantalku.&lt;br /&gt;Dekatkan tubuhmu yang hangat dan lembut padaku.&lt;br /&gt;Dengar bisikan tetes hujan&lt;br /&gt;berhembus lirih di kaca jendela,&lt;br /&gt;dan anggaplah kau mencintaiku&lt;br /&gt;sekali lagi&lt;br /&gt;demi masa-masa indah itu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;Aku akan bertahan, menyesuaikan diri dengan kesunyian,&lt;br /&gt;kau akan menemukan yang lain.&lt;br /&gt;Dan ku kan datang jika kau dapati kau membutuhkanku.&lt;br /&gt;Jangan membahas tentang besok, atau selamanya.&lt;br /&gt;Akan ada cukup banyak waktu untuk hati perih&lt;br /&gt;saat kau pergi &lt;p&gt;&lt;/&gt;Sandarkan kepalamu&lt;br /&gt;di atas bantalku.&lt;br /&gt;Dekatkan tubuhmu yang hangat dan lembut padaku.&lt;br /&gt;Dengar bisikan tetes hujan&lt;br /&gt;berhembus lirih di kaca jendela,&lt;br /&gt;dan anggaplah kau mencintaiku&lt;br /&gt;sekali lagi&lt;br /&gt;demi masa-masa indah itu. &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19298281-8572787608835335831?l=mysamalona.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.lyricsmode.com/lyrics/k/kris_kristofferson/for_the_good_times.html' title='For The Good Times'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mysamalona.blogspot.com/feeds/8572787608835335831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19298281&amp;postID=8572787608835335831' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/8572787608835335831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/8572787608835335831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mysamalona.blogspot.com/2009/04/for-good-times.html' title='For The Good Times'/><author><name>Samalona</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16683769567620454876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/Su0zXXRzsuI/AAAAAAAAACI/q0V5yBJR4Ts/S220/PhotoBox+Pasar+Glodok-Senen.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19298281.post-1094819201136949350</id><published>2009-03-14T02:22:00.000+07:00</published><updated>2009-03-14T02:23:25.576+07:00</updated><title type='text'>Dini hari</title><content type='html'>Air mata itu perih&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19298281-1094819201136949350?l=mysamalona.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mysamalona.blogspot.com/feeds/1094819201136949350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19298281&amp;postID=1094819201136949350' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/1094819201136949350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/1094819201136949350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mysamalona.blogspot.com/2009/03/dini-hari.html' title='Dini hari'/><author><name>Samalona</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16683769567620454876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/Su0zXXRzsuI/AAAAAAAAACI/q0V5yBJR4Ts/S220/PhotoBox+Pasar+Glodok-Senen.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19298281.post-8925824840527637449</id><published>2008-12-26T23:42:00.002+07:00</published><updated>2008-12-26T23:51:39.156+07:00</updated><title type='text'>Pulangnya si anak hilang</title><content type='html'>Saya pulang, tapi tetap hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pergi lagi, dan mendadak rindu rumah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat sajak si anak hilang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19298281-8925824840527637449?l=mysamalona.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mysamalona.blogspot.com/feeds/8925824840527637449/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19298281&amp;postID=8925824840527637449' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/8925824840527637449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/8925824840527637449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mysamalona.blogspot.com/2008/12/pulangnya-si-anak-hilang.html' title='Pulangnya si anak hilang'/><author><name>Samalona</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16683769567620454876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/Su0zXXRzsuI/AAAAAAAAACI/q0V5yBJR4Ts/S220/PhotoBox+Pasar+Glodok-Senen.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19298281.post-2786012730351002582</id><published>2008-06-11T02:50:00.003+07:00</published><updated>2008-06-16T20:48:42.076+07:00</updated><title type='text'>Menggapai Angin</title><content type='html'>Dalam jam dan menit-menit ketakpastian&lt;br /&gt;aku ingin ada&lt;br /&gt;dalam peluk hangat&lt;br /&gt;karsamu yang penuh cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merasakan dirimu di sekujurku&lt;br /&gt;menggandeng tanganmu&lt;br /&gt;sepanjang pantai.&lt;br /&gt;Ah, tapi aku bagai mencoba menggapai angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat senja menyemburat langit pucat&lt;br /&gt;aku ingin bersembunyi sesaat&lt;br /&gt;di balik senyummu&lt;br /&gt;dan kemanapun kumemandang, matamu kutemui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku mencintaimu saat ini&lt;br /&gt;hal terindah yang dapat terjadi&lt;br /&gt;buatku sanggup bernyanyi.&lt;br /&gt;Ah, tapi aku bagai mencoba menggapai angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diddy diddy, diddy diddy, diddy diddy, diddy diddy, di--diddy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala hujan memberati dedaunan dengan tangis&lt;br /&gt;kuingin kau dekat&lt;br /&gt;membunuh semua takutku&lt;br /&gt;bantuku tinggalkan segala sendu di balik punggung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegak dalam hatimu&lt;br /&gt;kuingin berdiam&lt;br /&gt;kudambakan&lt;br /&gt;Ah, tapi aku bagai mencoba menggapai angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, aku bagai mencoba menggapai angin.&lt;br /&gt;Toh, aku tetap mencoba&lt;br /&gt;menggapai angin.&lt;br /&gt;Ya, aku bagai mencoba menggapai angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- terjemahan dari &lt;em&gt;Catch The Wind&lt;/em&gt;, karya Donovan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19298281-2786012730351002582?l=mysamalona.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mysamalona.blogspot.com/feeds/2786012730351002582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19298281&amp;postID=2786012730351002582' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/2786012730351002582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/2786012730351002582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mysamalona.blogspot.com/2008/06/menggapai-angin.html' title='Menggapai Angin'/><author><name>Samalona</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16683769567620454876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/Su0zXXRzsuI/AAAAAAAAACI/q0V5yBJR4Ts/S220/PhotoBox+Pasar+Glodok-Senen.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19298281.post-2815978863365951072</id><published>2007-06-10T22:38:00.000+07:00</published><updated>2007-06-12T22:41:10.929+07:00</updated><title type='text'>Ombak Kapal</title><content type='html'>Hari ini saya pulang kampung. Berangkat kemarin sore dari pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan tiba lepas senja di Pelabuhan Sukarno-Hatta, Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jam sebelum memasuki perairan Makassar, saya tercenung memandang ombak dari Dek 6 sisi kanan. Saya terpana pada kenyataan bahwa di sini, di tengah laut lepas, semua ombak kelihatan sama. Sepotong gelombang di sini. Sepotong gelombang di sana. Berpotong-potong gelombang di antaranya. Biru gelap. Sangat gelap. Dulu, ada sumber yang mengatakan bahwa warna biru itu berasal dari cahaya matahari. (&lt;a href="http://whale.wheelock.edu/archives/ask01/0003.html"&gt;Benarkah?&lt;/a&gt; apakah hanya berlaku kalau dilihat dari jauh, sedangkan kalau dilihat dari dekat, penjelasannya lain lagi?). Di puncak-puncak gelombang muncul buih-buih kecil. Jadi titik-titik putih yang tampil dan menghilang dalam sekejap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat juga dengan buku &lt;a href="http://www.amazon.com/Cartoon-Guide-Environment-Larry-Gonick/dp/0062732749/ref=si3_rdr_bb_product/105-4234642-2016428"&gt;"Kartun Lingkungan"&lt;/a&gt; yang belum lama kubaca. Di tengah laut ini mestinya tidak banyak oksigen, ya? Soalnya kan tidak banyak pohon di sini -- eh, salah, bukan tidak banyak tapi tidak ada. Di bawah permukaan laut pasti ada oksigen. Pertanyaannya, lebih banyak dimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anginnya kencang. Sekencang apa, ya? Mungkin 80kmj (kilometer per jam)? Pertama kali terasa menyapu dan menggebu dari kiri (haluan kapal), tapi kemudian terasa juga di telinga kanan. Lalu, bunyi derunya terasa di sekeliling kepala. Belum selesai satu lagu di earphoneku, angin sudah bukan terasa di sekelilingku lagi, melainkan di dalam kepala, melawan protes-protes Bob Dylan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belakang lintasan-lintasan pemikiran di tengah angin kencang itu, samar-samar membayang suatu senja di pantai Samalona. Satu kapal penumpang baru saja lewat dekat sekali dengan menara batas laut lepas (dan itu dekat sekali dengan daratan Samalona, untuk ukuran melihat kapal dari darat, sekaligus melihat penumpangnya di dek atas melambaikan tangan). Bola-bola lampunya menyala di sepanjang tali/kabel yang merentang dari haluan ke cerobong di tengah, dari cerobong ke buritan. Dengan latar belakang kakilangit senja hari, itu pemandangan yang lucu dan indah. Di masa itu saya mulai belajar mengingat kapal apa yang lewat pada hari apa. (Yah, tidak banyak yang harus kuingat, jadi saya belajar mengingat apa saja). Biasanya, tidak lama setelah kapal itu berlalu, meski buritannya masih terlihat, orang sudah kembali ke kesibukannya masing-masing. Sebagian besar berenang. Menikmati sisa kejernihan air pantai, sebelum lautnya mulai keruh bersama dengan datangnya malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat itulah dia datang. Ombak kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti gelombang tunggal dengan puncak selendang putih buih membentang sepanjang garis pantai, bergulung-gulung melanda apa saja, tergesa-gesa menyapa kawan lamanya, pantai Samalona. Di separuh lintasan, tingginya dari permukaan kira-kira sedada. Hampir selalu kami melupakannya sampai dia terlihat setengah jalan. Baru seketika berteriak mengingatkan orang-orang lain di dalam air ataupun di perahu, kalau ada. Mungkin lucu, seperti efek yang ada di Ciputra Waterpark, Surabaya. Ada gelombang susulannya. Biasanya lebih kecil. Mungkin bisa digunakan untuk selancar-mini-sekali-pakai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang kepalanya berada di atas air sesaat sebelum ombak kapal datang melanda, itu kejutan yang menyenangkan. Bagi yang di dalam air, bisa berbahaya bila kepalanya terancam terbentur koral-koral besar. Syukurlah selama di sana saya tidak pernah mendengar ada kejadian seperti itu. Mungkin karena ombak kapal lebih sering terjadi di senja hari, saat orang cenderung tidak tertarik untuk membenamkan kepalanya. Memang tidak banyak yang bisa dilihat. Tapi, saya punya alasan untuk itu, karena hampir tiap sore saya mandi di laut. Benar-benar mandi, bukan berenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu cerita lain lagi. :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19298281-2815978863365951072?l=mysamalona.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mysamalona.blogspot.com/feeds/2815978863365951072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19298281&amp;postID=2815978863365951072' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/2815978863365951072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/2815978863365951072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mysamalona.blogspot.com/2007/06/ombak-kapal.html' title='Ombak Kapal'/><author><name>Samalona</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16683769567620454876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/Su0zXXRzsuI/AAAAAAAAACI/q0V5yBJR4Ts/S220/PhotoBox+Pasar+Glodok-Senen.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19298281.post-116696261847258952</id><published>2006-12-24T18:36:00.000+07:00</published><updated>2006-12-24T19:16:58.483+07:00</updated><title type='text'>Musik Pengantar (akhirnya)</title><content type='html'>Lalu, Samalona. Sebulan sekali baru pulang ke darat. Musik apa kira-kira yang pas untuk petualanganku di sana? Yah, sebelum ke dermaga POPSA di hari pertama, tidak banyak waktu untuk berpikir. Seperti disodorkan kertas lebar belepotan tinta dan ditanyakan kesan yang pertama kali timbul tanpa ditinjau ulang. Kupu-kupu? Mungkin. Dan kupu-kupu itu berbentuk kaset tanpa sampul, yang muncul tanpa asal-usul di dalam rumah, yang badannya bertuliskan The Best of Bob Dylan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, di Samalona hampir tidak ada waktu untuk menyetel musik, tidak ada waktu untuk menyetel kaset itu, tidak ada waktu untuk menyetel apapun. Meskipun begitu, sekali-sekali ada rombongan anak muda yang datang dan menyetel lagu dari &lt;em&gt;tape box&lt;/em&gt; mereka, atau acara jalan-jalan satu kantor yang diisi dengan karaoke di bawah pohon raksasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya: mahasiswa pencinta alam, tengah malam di pantai, menyalakan api unggun (artinya saya yang akan membersihkan bekas-bekasnya besok pagi), diiringi gitar menyanyikan Air Mata Api, versi yang lebih bagus dari aslinya. Di kesempatan lain, rombongan mahasiswa lain &lt;em&gt;ngumpul&lt;/em&gt; di teras bungalow mereka, menyetel tape combo -yang waktu itu lagi ngetrend- sambil ngobrol kesana kemari. Lagunya You're Unbelieveable, EMF; Creep, Radiohead.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali ada rombongan reuni sekolah zaman Belanda. Yang reuni kebanyakan sudah opa-opa dan oma-oma. Mereka mengadakan beberapa fun game in the open. Lagu favorit mereka, Burung Kakatua. Sore harinya, menjelang matahari terbenam, saya kebetulan melewati bungalow salah seorang alumnae sekolah itu. Di pagar terasnya tergeletak sampul kaset Unforgettable, Natalie Cole. Sekarang saya tidak ingat apakah lagunya benar-benar sedang disetel di walkman saat itu, atau saya mendengarnya di waktu atau hari yang lain, tapi ingatan melihat kaset itu selalu diiringi ingatan mendengar lagu itu sayup-sayup dari speaker walkman seseorang. Seakan kutemukan definisi dari kata &lt;em&gt;tranquility&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat banyak pekerjaan, sibuk dan sumpek, ada dua lagu yang terasa pas menemani, karena nadanya seperti suara orang marah-marah sambil menyanyi. Like A Rolling Stone dan Tangled Up in Blue, Bob Dylan. Di saat lain, saat seseorang yang menarik yang baru kukenal sudah harus mengejar pesawat, yang teringat lagunya Simon &amp; Garfunkel, Sound of Silence. Di malam hari yang sepi sesudah seharian mematahkan tulang-tulangku, American Tune. [.. still tomorrow's gonna be another working day, an I'm trying to get some rest. That's all, I'm trying to get some rest.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi musik yang paling indah setiap hari adalah suara ombak di pantai Samalona. Belum pernah duduk-duduk di batang pohon tumbang, beberapa saat setelah matahari terbenam, menerawang laut lepas, mendengar riak-riak kecil mencapai pantai? Mungkin kamu perlu mencobanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19298281-116696261847258952?l=mysamalona.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mysamalona.blogspot.com/feeds/116696261847258952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19298281&amp;postID=116696261847258952' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/116696261847258952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/116696261847258952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mysamalona.blogspot.com/2006/12/musik-pengantar-akhirnya_24.html' title='Musik Pengantar (akhirnya)'/><author><name>Samalona</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16683769567620454876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/Su0zXXRzsuI/AAAAAAAAACI/q0V5yBJR4Ts/S220/PhotoBox+Pasar+Glodok-Senen.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19298281.post-116164312891431477</id><published>2006-10-24T03:49:00.000+07:00</published><updated>2006-10-24T05:38:48.956+07:00</updated><title type='text'>Musik Pengantar (lanj.)</title><content type='html'>Beberapa lagu demikian kuatnya di ingatan; gambar-gambar peristiwa saat lagu-lagu itu diputar/dinyanyikan tersorot jelas di depan mata, dan selaput mata ini benar-benar menjadi layar dari sorotan proyektor film yang memutar langsung gambar hidup yang tersimpan dalam kaleng gulungan film yang namanya ingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan judulnya, musik-musik atau lagu-lagu yang kusebutkan di sini jadi terekam bukan karena didengarkan saat duduk manis di ruang keluarga atau tiduran di kamar, melainkan ada peristiwa yang diiringinya. Saya sebenarnya sudah &lt;em&gt;kepengen&lt;/em&gt; mendaftarkan dari yang paling awal yang dapat kuingat, tapi itu terlalu jauh (umur empat atau lima tahun, ya? hehe, lebih baik tidak, &lt;em&gt;deh&lt;/em&gt;). Jadi, lagu-lagu yang ada di sini adalah lagu-lagu yang mengiringi pengalamanku dan jalan-jalanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Retreat sma ke Tinggimoncong, sebelum Malino. Sepanjang jalan, di bak truk tentara, di atas barang-barang perbekalan, Si Ucok yang &lt;em&gt;main&lt;/em&gt; gitar, saya dan yang lain &lt;em&gt;nyanyi&lt;/em&gt;. Ada beberapa lagu, tapi yang paling sering diulang "Obladi Oblada" versi The Beatles. Kenapa? Karena kita hanya ingin mengulang terus bagian yang selalu diakhiri dengan ketawa (... with a couple of kids running in the yard//of Desmond and Molly Jones//ha ha ha ha ha ...).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Darmawisata ke Leang Leang, yang jumlah tangganya tidak pernah tetap, pulangnya &lt;em&gt;dengar&lt;/em&gt; kaset "Mr. Bad Guy" punya Freddy Mercury di walkman pinjaman.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di Bogor, semobil dengan Deddy, Franco, dll (kemana, ya? Kalau tidak salah saat menuju Curug Nangka, mau mendaki Gunung Salak). Ada yang &lt;em&gt;iseng-iseng&lt;/em&gt; memetik gitar, maka jadilah kita bernyanyi "Semua Ada Di Sini", lagunya Enno Lerian, dan beberapa lagu lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suatu pagi di hari-hari masa pengangguran sesudah lulus sma, saya keluar rumah menuju Perpustakaan Wilayah yang jaraknya satu kilometer lebih sedikit. Di sana membaca sampai sekitar tengah hari, kemudian keluar berjalan-jalan. Tanpa sadar, saya akhirnya telah menyelesaikan satu putaran penuh berjalan kaki, ketika tiba di rumah sekitar jam 8 malam. Rutenya kurang lebih: rumah - perpustakaan - talla' salapang - jalan kecil - panakkukang - hertasning - jalan kampung - tallo - pltd - jalan kampung - pannara' - satu desa yang tak kutahu namanya (tidak ada listrik di sana; saya lewat di sana persis saat sisa cahaya sore menghilang dan gelap turun) - jalan besar yang saya lupa namanya - gang-gang kecil - sultan alauddin sungguminasa - ko'bang - makam sultan hasanuddin - rumah. Berapa lagu yang terlintas selama itu? Tidak ingat apakah awalnya ada musik pengantar. Sepertinya tidak. Yang kuingat, sudah malam, arah ke rumah, tapi masih jauh (belum terpikirkan jalurnya; masih di jalan yang baru kali itu kulewati. Hm. Lantas bagaimana saya tahu itu mengarah ke rumah?), dan entah dari mana lagu ini muncul di kepala. "In My Life", The Beatles. Apakah saya dengan sengaja mencari di antara perbendaharaanku lagu yang kira-kira bisa membantu mengatur napas agar lebih tenang, dan agar penat dan berat di kaki dapat ditanggung sedikit lebih lama lagi? Oh, bukan. Ternyata tempat-tempat yang baru kulihat itulah yang memicu perenunganku, dan entah bagaimana, lagu itu menawarkan diri sebagai musik pengantar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lomba pidato bahasa Inggris yang diadakan Oxford Course. Kelas 2 sma. Ada orang bijak, entah di mana, menyarankan untuk menyanyikan lagu rock keras-keras untuk menghilangkan ketegangan dan demam panggung (sekarang saya cenderung ketegangan dan demam panggung itu jangan hilang, cukup dikurangi). Itu juga pertama kali memakai dasi sendiri (dasi yang dipakai waktu sd tidak termasuk). Saya memilih "We Will Rock You" dan "Another One Bites The Dust". Oh ya, tentu saja menyanyinya bukan di atas panggung, tapi sebelumnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Retreat Sekolah Minggu di Pulau Kayangan. Di dinginnya tengah malam/pagi buta, di dermaga, sambil menerawang permukaan laut, teman meminjamkan walkmannya, dan terdengarlah "Party Doll", Mick Jagger.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Satu malam ikut dengan Arnold dan rombongan bapaknya ke satu pulau kosong. Setiba di sana, ikut di perahu yang dikayuh pelahan, menyaksikan mereka menangkap ikan (pari?) dengan tombak. Sesudah makan mengelilingi api unggun, saya dan Arnold jalan-jalan di pantai. Bapaknya agak jauh di depan, memainkan harmonika. Suaranya sayup-sayup menembus malam. "Suzanna" (... oh, suzanna, don't you cry for me//I come from Alabama with my banjo on my knee ...).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19298281-116164312891431477?l=mysamalona.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mysamalona.blogspot.com/feeds/116164312891431477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19298281&amp;postID=116164312891431477' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/116164312891431477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/116164312891431477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mysamalona.blogspot.com/2006/10/musik-pengantar-lanj.html' title='Musik Pengantar (lanj.)'/><author><name>Samalona</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16683769567620454876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/Su0zXXRzsuI/AAAAAAAAACI/q0V5yBJR4Ts/S220/PhotoBox+Pasar+Glodok-Senen.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19298281.post-116093987421747637</id><published>2006-10-16T02:17:00.000+07:00</published><updated>2006-10-16T02:17:54.256+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Summertime&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="350"&gt;&lt;param name="movie" value="http://youtube.com/v/NMNoKxY4u9U"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://youtube.com/v/NMNoKxY4u9U" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="350"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br&gt;from the movie I'll Be There&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19298281-116093987421747637?l=mysamalona.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mysamalona.blogspot.com/feeds/116093987421747637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19298281&amp;postID=116093987421747637' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/116093987421747637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/116093987421747637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mysamalona.blogspot.com/2006/10/summertime-from-movie-ill-be-there.html' title=''/><author><name>Samalona</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16683769567620454876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/Su0zXXRzsuI/AAAAAAAAACI/q0V5yBJR4Ts/S220/PhotoBox+Pasar+Glodok-Senen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19298281.post-116042489024474146</id><published>2006-10-10T02:50:00.000+07:00</published><updated>2006-10-10T03:28:29.466+07:00</updated><title type='text'>Musik Pengantar</title><content type='html'>Kemarin saya menyadari betapa sepinya hari-hari tanpa musik. Jadi penasaran, berapa lamakah kita dapat bertahan hidup tanpa mendengarkan musik (termasuk bernyanyi-nyanyi sendiri di kamar mandi)? Atau, berapa hari sekalikah dosis terendah bagi kita untuk menikmati musik? (Artinya, kalau ditambah satu hari lagi tanpa musik, pasti ada sesuatu yang tidak beres terjadi dikarenakan otak kita agak gersang). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu terakhir, saya sanggup, dan bersedia, terlena mendengarkan &lt;em&gt;swing jazz&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;big bands&lt;/em&gt;. Beberapa hari sebelumnya, telingaku sempat rindu untuk dibelai oleh ejekan-ejekan dan sindiran-sindiran (meski tersamarkan dalam lagu cinta) Bob Dylan. Beberapa hari sebelumnya, terpaut rapat, hanya dipisahkan oleh matahari terbenam, seakan bioritme saya sedang berada dipuncak gelombangnya dan hanya dapat dipuaskan oleh Led Zeppelin, Pink Floyd, Bob Dylan versi konser atau dua album terakhir ("Time Out of Mind" dan "Love and Theft"). Anehnya, setelah periode swing, atau beberapa saat sebelum saya mulai tergoda untuk 'ganti aliran', saya merasa dapat menerima sedikit Andrea Boccelli. Sepanjang bulan ini, di lain pihak, satu-dua kali saya masih suka menyenandungkan "Summertime" versi Charlotte Church dalam filmnya "I'll Be There".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(O ya. Saat menulis ini, dini hari ini, sebenarnya saya sedang mendengarkan &lt;em&gt;Alternative Rock&lt;/em&gt;. Staind, Muse, 30 Seconds To Mars, H.I.M., Dashboard Confessional, RHCP, Pearl Jam, Transplants)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm. Hidup yang berisik, ya. Padahal saya masih jelas mengingat sekitar empat hari berturut-turut di kamar kos sempat tidak mendengarkan musik sama sekali (di tempat kerja mestinya musik pasti terdengar, tapi saat itupun begitu pulang kerja dan masuk rumah kos, serasa tiba-tiba menjadi senyap kembali). Dan, kalau tidak salah, empat hari itulah yang menumbuhkan sepercik pemikiran yang kemudian berkembang menjadi perenungan ini: berapa lamakah kamu dapat hidup tanpa musik dan tetap waras? Paling lama berapa hari?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19298281-116042489024474146?l=mysamalona.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mysamalona.blogspot.com/feeds/116042489024474146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19298281&amp;postID=116042489024474146' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/116042489024474146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/116042489024474146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mysamalona.blogspot.com/2006/10/musik-pengantar.html' title='Musik Pengantar'/><author><name>Samalona</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16683769567620454876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/Su0zXXRzsuI/AAAAAAAAACI/q0V5yBJR4Ts/S220/PhotoBox+Pasar+Glodok-Senen.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19298281.post-114855904333927902</id><published>2006-05-25T18:40:00.000+07:00</published><updated>2006-05-27T22:54:33.156+07:00</updated><title type='text'>Hujan</title><content type='html'>Sekarang sore hari, menjelang akhir bulan Mei. Hujan gerimis. Sedikit lagi, kalau keadaan ini bertahan terus, maka terjadilah apa yang disebut "Hujan Bulan Juni". Itu judul kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono. Kubeli kira-kira sebulan yang lalu (atau dua bulan, ya?). Yang baru-baru ini kubeli adalah kaset berjudul "Rain Songs", berisi kumpulan lagu-lagu yang bercerita seputar hujan. Lagu pertamanya "I Wish It Would Rain Down", Phil Collins. Sementara itu, satu-dua minggu terakhir ini saya memuaskan telinga, memanjakan rasa, dengan mendengarkan "The Rain Song"-nya Led Zeppelin. Diputar ulang dan diputar ulang. Apakah ini kebetulan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Samalona musim masih mengikuti jadwal yang kupelajari sewaktu di SD. Maret hujan tinggal satu dua. April tinggal suara derainya. Mei tinggal kenangan. Lalu September udara agak melembab. Oktober, biasanya mulai gerimis. Tapi, malam itu, antara September-Oktober, hujannya sebesar kerikil pantai yang berasal dari koral hancur. Sakitnya juga mestinya sama sakitnya kalau yang turun itu bukan air, tapi kerikil. Belum lagi angin yang menyertai. Saya berbicara dengan seorang teman kerja sambil berteriak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hujan itu bisa dianggap gangguan, tapi kami tidak pernah melewatkan satu kesempatan seperti ini di pulau yang air sumurnya payau. Berbasah-basah ria kami memenuhi ember-ember, mengosongkannya di tangki air, mengisi lagi, sampai tak ada tempat lagi kecuali ember-ember itu sendiri. Merepotkan? Mungkin saja. Saya tidak tahu. Tidak sempat berpikir sampai ke sana waktu itu. Dan saya menikmatinya. Malam yang akan saya kenang terus. Termasuk perasaan berdebar melihat bayang-bayang pohon-pohon seukuran pelukan enam orang dewasa melambai-lambai dalam hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya kami menemukan salah satu pohon itu tumbang. Sukurlah tak ada penghuni pulau yang cedera.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19298281-114855904333927902?l=mysamalona.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mysamalona.blogspot.com/feeds/114855904333927902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19298281&amp;postID=114855904333927902' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/114855904333927902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/114855904333927902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mysamalona.blogspot.com/2006/05/hujan.html' title='Hujan'/><author><name>Samalona</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16683769567620454876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/Su0zXXRzsuI/AAAAAAAAACI/q0V5yBJR4Ts/S220/PhotoBox+Pasar+Glodok-Senen.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19298281.post-114262612797850872</id><published>2006-03-18T03:07:00.000+07:00</published><updated>2006-03-18T03:24:52.273+07:00</updated><title type='text'>Ikan Langka Bernama King</title><content type='html'>Tidak setiap hari kami menemukan ikan terdampar di pantai Samalona. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari kami menemukan seekor bayi hiu macan. Setidaknya saya menganggap itu hiu macan. Hiunya sudah pasti. Badannya ramping dan berotot ulet (seperti versi lautnya cheetah), dan sirip-siripnya yang jarak satu dengan lainnya sedemikian rupa, jelas menunjukkan tujuannya untuk berenang cepat. Dan, sirip-siripnya khas milik ikan hiu. Anda tahu kan, sirip punggungnya yang akan muncul di permukaan sebagai tanda peringatan kehadirannya. (Jelas bukan ikan sarden). Bintik-bintik jarang mirip kepunyaan macan tutul di tubuhnyalah yang mencetuskan 'hiu macan' di kepala saya yang mulai jenuh dengan kekosongan, yang mendambakan kegairahan baru. Ukurannya sedikit lebih besar dari pemukul bola kasti, tepatnya pemukul baseball. Hanya satu kekurangannya. Dia kelihatan sudah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu pulau kecil di utara seperti garis tebal di permukaan laut, dengan kotak kecil yang mestinya rumah, yang bisa Anda lihat kalau memandang jauh agak lama. Kata orang saat laut pasang pulau itu tenggelam. Dan, kata orang lagi, di sana banyak hiunya. 'Banyak' atau 'ada', saya tidak terlalu ingat persis lagi. Anak hiu macan yang digendong temanku itu sudah cukup jadi bukti kalau cerita itu tidak sepenuhnya isapan jempol nelayan kelas teri (dan &lt;em&gt;témbang&lt;/em&gt;). Tidak perlu sampai dimakan induknya baru percaya. O ya, kami apakan anak hiu macan itu ya? Saya kira kami mengembalikannya ke laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kesempatan lain, temanku menemukan seekor ikan yang tidak jelas jenisnya. Kulitnya yang terlihat keras, seperti kerang, kasar tidak beraturan, berwarna coklat kelabu. Matanya agak berdekatan di atas kepalanya. Semuanya mengisaratkan lingkungan berkarang, mungkin dari laut dalam. Penampilannya mestinya berfungsi untuk penyamaran. Yang menarik adalah rahang bawahnya yang menjorok rata -- serata semua bagian bawah tubuhnya -- lebih panjang dari bibir atasnya. Seperti Rahwana, tapi lebih bagus. Kami kira dia sangar tapi bersahabat. Dia bisa jadi penyanyi rock yang menyanyikan lagu-lagu perdamaian. Tadinya kami kira dia bisa disejajarkan dengan Steven Tyler, Mick Jagger, Rod Steward, atau Alice Cooper (hanya punggungnya yang 'berantakan' tidak cocok dengan rambut 'rebonding'nya Alice cooper).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang satu ini lumayan masih hidup, tetapi kami tidak yakin apakah dia akan bertahan hidup bila kami mengembalikannya ke laut, di perairan Samalona ini, yang jauh dari laut dalam. Jadi kami memutuskan memeliharanya dalam akuarium darurat yang isinya hanya dia seekor. Akarium itu kami isi dengan air laut, hiasi dengan batu karang laut, lalu kami memasukkannya. Kami menamainya King.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menempatkannya dekat pintu keluar dapur, tempat yang paling sering kami kunjungi. Hampir setiap menit dan setiap hari kami singgah di tempat King. Kami bahkan berbicara pada King. Tadinya kupikir saya sudah kehilangan emosi karena kurang berhubungan dengan manusia di Surga yang Terasing ini, tempat indah yang tidak ada dalam peta, saking kecilnya. Sekarang saya bisa berbagi rasa dengan King. Entah siapa yang menemani siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah sudah bahwa tempat King bukan di darat. Setelah beberapa hari, kami menemukannya masih dalam gayanya yang khas, tetapi sudah mati. Saya sudah lupa apa yang kemudian kami lakukan pada cangkangnya. Mungkin kami mengembalikannya ke laut. (Tapi saya masih mengingat King. Setelah tigabelas tahun, saya sendiri terkejut menyadari saya masih mengingat jelas bagaimana rupa King. Dan pribadinya yang menarik. Saya kira hubungan kami terlalu singkat untuk terbentuknya satu ikatan, sehingga kepergiannya tidak sempat membuat saya merasa kehilangan. Hanya merasa kosong. Merasa semestinya ada sesuatu dan kemudian sesuatu itu hilang, tapi tidak tahu apa. King sendiri tidak hilang dari ingatanku).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19298281-114262612797850872?l=mysamalona.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mysamalona.blogspot.com/feeds/114262612797850872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19298281&amp;postID=114262612797850872' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/114262612797850872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/114262612797850872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mysamalona.blogspot.com/2006/03/ikan-langka-bernama-king.html' title='Ikan Langka Bernama King'/><author><name>Samalona</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16683769567620454876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/Su0zXXRzsuI/AAAAAAAAACI/q0V5yBJR4Ts/S220/PhotoBox+Pasar+Glodok-Senen.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19298281.post-113858682736117103</id><published>2006-01-30T09:02:00.000+07:00</published><updated>2006-01-30T09:07:07.376+07:00</updated><title type='text'>Cicak</title><content type='html'>Sewaktu membuka pintu kamar mandi dari dalam, kudengar bunyi pluk seperti sesuatu yg kecil, padat dan empuk, jatuh ke lantai. Saat melangkah keluar dari kamar mandi, kutemukan dia terbaring terbalik di lantai; setengah penyet, setengah hidup, setengah mati. Sepertinya terjepit di antara bagian atas daun pintu dan kusen pintu kamar mandi. Sejak saya masuk tadi. Membayangkan dirinya tergencet di pintu sedari tadi membuatku merinding. Saya ingin menolongnya, tapi tidak tahu harus berbuat apa. Memungutnya saja tidak berani. Akhirnya berdiri saja di sana, menatapnya, merasa putus asa. Menurutku sebentar lagi dia akan mati juga, tapi pikiran itu tidak membantuku sama sekali. Kalau dia mati, semut akan merubunginya. Saya tidak mau dia dirubungi semut. Tapi, apa yang dapat saya lakukan? Akhirnya saya berpaling dan menuju ke kamarku. Beban rasa bersalah menggantung di atasku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Samalona pernah ada seorang tamu Jepang yang sudah tua; tua namun enerjik dan penuh semangat hidup. Sewaktu ngobrol dengan kami di teras bungalownya, sambil lalu dia memungut seekor cicak yg kebetulan ada di dinding di dekatnya. Cicak itu dielus-elusnya, digelitik kepala dan dagunya (kalau cicak memang punya dagu -- saya tidak tahu), dan diciumnya. Itu saja sudah lebih dari cukup buat kami. Saya khususnya. Orang ini tampak begitu menyatu dgn alam. Saya yakin sang cicak dapat merasakan kejernihan suara hatinya, dapat melihat kebeningan hatinya, seperti melihat taman laut Samalona di cuaca yg cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saya naif, tapi tapi saya benar-benar iri pada orang Jepang itu. Sejak kecil saya ingin sekali disukai oleh binatang. Sewaktu balita, teman-teman khayali saya adalah tokoh2 binatang dari kartun Hanna-Barbera, terutama dari serial Jabberjaw dan Laff-a-lympics. Hingga terdampar di Samalona itu, saya cukup dapat bergaul baik dgn anjing saja. Bahkan seekor anjing di rumah guru SMPku tidak setuju dgn pernyataanku itu. Sekarang cicak. Saya benar-benar perlu mempelajari perilaku mereka, bagaimana otak mereka yg kecil itu bekerja.&lt;br /&gt;Salah seekor pernah jatuh di punggungku bertahun-tahun yg lalu, tapi tidak tinggal lama di sana. Saya tidak menepisnya; sepertinya dia tidak dapat melekat dgn baik di kemejaku, sehingga jatuh lagi. Begitulah kontak pertamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kata binatang pada 'disukai oleh binatang' terlalu luas cakupannya. Oh ya, apakah saya sudah menyinggung soal ular laut dan belut-belut di perairan Samalona? Hm, ceritanya lain lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19298281-113858682736117103?l=mysamalona.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mysamalona.blogspot.com/feeds/113858682736117103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19298281&amp;postID=113858682736117103' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/113858682736117103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/113858682736117103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mysamalona.blogspot.com/2006/01/cicak.html' title='Cicak'/><author><name>Samalona</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16683769567620454876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/Su0zXXRzsuI/AAAAAAAAACI/q0V5yBJR4Ts/S220/PhotoBox+Pasar+Glodok-Senen.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19298281.post-113291300485649012</id><published>2005-11-25T16:48:00.000+07:00</published><updated>2005-11-25T17:03:24.870+07:00</updated><title type='text'>Hari lahir</title><content type='html'>Jadi saya akhirnya bergabung juga di komunitas ini. Bilamana seorang bayi lahir, si dokter atau bidan akan menepuk pantatnya dan si bayi akan menangis. Kalau saya adalah bayi di sini, katakanlah ini tangisan pertama saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan jadi apa saya, besar nanti?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19298281-113291300485649012?l=mysamalona.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mysamalona.blogspot.com/feeds/113291300485649012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19298281&amp;postID=113291300485649012' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/113291300485649012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19298281/posts/default/113291300485649012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mysamalona.blogspot.com/2005/11/hari-lahir.html' title='Hari lahir'/><author><name>Samalona</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16683769567620454876</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_bCZjfsaza6k/Su0zXXRzsuI/AAAAAAAAACI/q0V5yBJR4Ts/S220/PhotoBox+Pasar+Glodok-Senen.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
