Wednesday, April 22, 2009

For The Good Times


Jangan pasang tampang sedih begitu;
Aku tahu ini sudah berakhir.
Tapi hidup berjalan terus,
dan dunia tua ini masih terus berputar.
Mari mensyukuri kita pernah punya saat-saat bersama;
tak perlu melihat benang merah kita terbakar habis.

Sandarkan kepalamu
di atas bantalku.
Dekatkan tubuhmu yang hangat dan lembut padaku.
Dengar bisikan tetes hujan
berhembus lirih di kaca jendela,
dan anggaplah kau mencintaiku
sekali lagi
demi masa-masa indah itu.

Aku akan bertahan, menyesuaikan diri dengan kesunyian,
kau akan menemukan yang lain.
Dan ku kan datang jika kau dapati kau membutuhkanku.
Jangan membahas tentang besok, atau selamanya.
Akan ada cukup banyak waktu untuk hati perih
saat kau pergi

Sandarkan kepalamu
di atas bantalku.
Dekatkan tubuhmu yang hangat dan lembut padaku.
Dengar bisikan tetes hujan
berhembus lirih di kaca jendela,
dan anggaplah kau mencintaiku
sekali lagi
demi masa-masa indah itu.

2 Comments:

Blogger Sidik Nugroho said...

puisi yang menggetarkan.

Saturday, 25 July, 2009  
Blogger Rio S. Pambudi said...

Aku ingin sekali bisa membuat puisi seperti ini...

Thursday, 30 December, 2010  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home